Trading dan Investasi
ad1
Iklan Gratis
Perusak Amal Kebaikan
![]() |
| Kebaikan adalah hal yang menentramkan hati. Foto: sumutpos.com |
Dalam Islam, seluruh perbuatan kita memiliki konsekuensi. Ketika mengerjakan sesuatu, seseorang hanya akan mendapatkan dua akibat, yaitu mendapat pahala dan rodho dari Allah atau mendapat dosa sekaligus kemurkaan Allah. Ketika seorang berniat melakukan ibadah ikhlas karena Allah, maka ia akan bernilai ibadah dan mendapatkan balasan sesuai dengan kadar amalan yang diperbuat.
Seorang yang mengerjakan kebaikan satu kali, baik laki-laki ataupun perempuan, maka Allah akan lipat gandakan menjadi sepuluh kali kebaikan. Tapi untuk yang berbuat buruk, maka Allah akan mencatatnya dengan satu kejelekan jika ia benar-benar melakukannya. jika tidak, maka ia akan mendapatkan nilai plus dari Allah karena sudah ragu dan tak melakukan keburukan tersebut.
Maka, ada hal penting yang harus diperhatikan ketika kita beramal atau mengerjakan sesuatu. Ingat, perbuatan kita hanya akan bermuara pada dua akibat dan pilihan. memilih untuk mendapatkan pahala, atau memilih untuk mendapat dosa?
Persyaratan Beramal
Beramal itu harus sesuai dengan;
Niat
Meniatkan pekerjaaan itu penting. Sebab seorang yang berniat mengerjakan sesuatu karena Allah maka ia akan berpahala.
Ikhlas
Mengikhlaskan diri bermakna rela jika dirinya mengerjakan suatu perbuatan karena majikannya. Dan majikan seorang manusia yakni Allah SWT. Maka merelakan diri untuk pekerjaan profesinya hendak di barengi kepada Allah SWT. Maka penanaman ikhlas ini penting sebelum melakukan sesuatu.
Sesuai para rasul sampaikan yakni sesuai dengan apa yang dijalankan Rasulullah SAW
Mengerjakan sesuatu itu harus ada tuntutannya. Dan tuntunan Umat Islam adalah bersandar kepada Nabi SAW. Sebab sebelum menjalankan perintah Allah, maka yang harus di lewati adalah perbuatan, perkataan, sifat dan lain-lain yang Nabi SAW perbuat.
Perusak Amal
Tanpa kita sadari, ternyata ada beberapa hal yang dapat merusak amalan kebaikan yang telah kita lakukan. hal tersebut mengakibatkan tidak bertambahnya pahala justru membuatnya makin menipis bahkan terkuras habis. Dan ini jarang di deteksi oleh manusia yang lain.
Amalan kita akan bertambah tatkala amalan kita tidak tercampuri sesuatu yang dapat merusaknya. Diantara amalan yang dapat merusak adalah:
Syirik
Syirik yakni menyekutukan Allah atau mencari tandingan Allah atau menduakan Allah. Baik dari Tahuid Rububiyah Nya (meng EsakanNya), UluhiyahNya (berdo'a, penghambaan, tata cara ibadaNya), dan Asma' wa Sifat(nama-nama dan sifat allah) Yang tak boleh di takwil (samakan).
Syirik ini muncul karena ketiadaan iman seseorang kepada Allah serta seluruh ketetapannya. Sebagai contoh: si fulan ingin cepat kaya, maka ia lari ke dukun atau pohon keberkahan padahal Allah sendiri itu Maha Kaya. Jika dia kaya dengan bantuan dukun atau pohon keberkahan, maka kekayaannya itu dibarengi dengan bantuan jin/ iblis. Ingat jika seorang tidak bersyukur dan tidak yakin bahwa rizkinya telah diatur maka sesungguhnya dia telah di beri was-was oleh syaiton. Dan inilah seburuk buruk dosa.
Baca Juga: Menahan Diri Dari Tuduhan Tanpa Bukti
Riya'
Riya' yakni menampakan perbuatan karena ingin mendapatkan pujian atau muka manusia. Ingin di lihat perbuatannya demi sebuah pujian atau sanjungan dari manusia. Dan perbuatan seperti ini dapat merusak amalan baik kita, yang awalnya tertuju kepada Allah, justru akan hancur.
Sebab amalan kita diterima itu harus karena Allah bukan yang lain. Maka di dalam kitab Fathul barri menjelaskan, bahwa " Seorang yang melakukan amalan ibadah karena manusia, kemudian mereka memujinya". Maka ini lah riya'. Dan untuk menghindari riya' maka seorang hendak meniatkan diri, bahwa ibadahnya itu hanya untuk Allah dan dia tetap menjaga dengan kuat apa yang telah ia niatkan tadi. Sebab hati kita sering berbolak balik, sehingga ia perlu dikuatkan. Selain itu bisa dia memperbanyak do'a :
"اللَّهُمَّ اِنِّي اَعُوْذُبِكَ عَنْ اُشْرِكَ وَاَناَ اَعْلَمْ وَاسْتَغْفِرُكَ لِماَلاَ اَعْلَمْ"
" Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepadaMu dari kesyirikan yang aku ketahui dan ampunilah aku dari sesuatu yang tak aku ketahui"
Atau ida berdo'a dengan :
"ياَمُقَلِّبَ الْقُلُوْبِ ثَبِّتْ قُلُوْبَناَ عَلَي دِيْنِك"
"Wahai maha pemilik hati, teguhkan lah hati kami di atas agamaMu"
Sum'ah
Sum'ah adalah amalan yang dapat menghanguskan amalan baik kita. Sum'ah itu menceritakan perbuatan baiknya kepada orang lain untuk mengungkit-ungkit pemberian atau pertolongan yang telah ia lakukan untuk mendapatkan kedudukan atau martabat.
Baca Juga: Dibalik Karikatur Nabi Muhammad yang Memicu Banyak Kontroversi
Sum'ah terjadi kepada orang yang. ingin mendapatkan kedudukan atau pangkat atau jabatan. Mereka menceritakan amalan baiknya. Dan ini jarang diketahui atau dirasan oleh kita, sebab amalan buruk ini sangatlah halus bagaikan angin yang berhembus. Maka, orang yang seperti ini ia akan kehilangan amal-amal shalihnya.
Rasulullah SAW bersabda:
مَنْ سَمَّعَ اللَّهُ بِهِ وَمَنْ يُرَاءِى يُرَاءِي اللَّهُ بِهِ
"Barangsiapa yang berlaku sum'ah, maka dia akan diperlakukan dengan sum'ah pula oleh Allah dan barangsiapa berlaku riya', maka dia akan dibalas dengan riya' ". (H.R Bukhari)
Maksud dari hadits ini yakni bahwa dia akan di buka aib-aibnya di akhirat.
Mengungkit-ungkit pemberian
Dalam memberi sesuatu, maka siapkanlah hati yang ikhlas, dan tak berharap tuk dibalas kembali. Seorang yang memberi menandakan bahwa dia dipandang orang yang dermawan, yang mulia di masyarakat. Dan orang yang memberi juga memiliki jiwa sosial yang tinggi. Sebab ia peduli dengan yang lain. Hartanya ia infakkan atau keluarkan kepada sesuatu yang lebih penting, lebih membutuhkan dan ber manfa'at.
Allah menyebutkan bahwa, seorang yang menginfak kan hartanya dijalan Allah atau sebab karena Allah, maka Allah akan berjanji dengan mengembalikan secepatnya dengan melipat gandakan apa yang telah dia infakkan atau keluarkan kepada yang lain.
Akan tetapi, pemberian semacam ini, akan menjadi cuma-cuma atau bisa dikatakan hangus tanpa pahala yang besar yang dijanjikan oleh Allah SWT. Sebab ia telah mengungkit-ungkit pemberiannya kepada orang lain.
Hal semacam ini ia lakukan agar ia mendapatkan pujian atau sanjungan dari orang lain dan orang lain akan mengikutinya. Perlu di ingat, sanjungan, pujian, perkara mengikuti, maka hendaklah kita mengikuti Allah dan Rasul-Nya serta para ulama' yang ahli di bidangNya.
Maka sahabat mu'ad bin jabal رَضِيَ اللَّهُ pernah mengatakan; "orang yang ikhlas itu ibadat orang yang berjalan di gurun pasir dan tak terlihat sama sekali bekas jejak kakinya". Pun Rasulullah SAW bersabda: Pada hari kiamat nanti ada tiga orang yang tidak akan diajak Allah berbicara; pertama orang yang musbil (mengulurkan kain sarung sampai bawah mata kaki untuk sombong), al manan (orang yang mengungkit-ungkit pemberian) dan orang yang bersumpah dengan sumpah palsu demi dagangnya laku".
Durhaka kepada orang tua
Orang tua adalah orang yang telah melahirkan kita, membesarkan kita dan mendidik kita, sehingga kita tau mana yang baik, mana yang buruk mana yang mau di pilih dan mana yang mau di jauhi. Mereka adalah madrasah pertama kita untuk mengenal agama. Tanpa mereka, kita tak akan bisa sholat, ngaji, zakat, menyelesaikan masalah, dan lain-lain. Di tulang pungguh mereka tersimpan beban erat agar anak dapat terhindar dari adzab Allah, yakni siksa kubur dan neraka.
Kita dikandung oleh ibu kita dengan susah paya. Membawa kita ke sana, kemari yang mana ibu kita harus mengorbankan diri. Sembilan bulan dikandung dan keluarlah kita di dunia ini dengan harapan agar dapat menjadi anak yang baik, anak yang bisa menjadi jariyyahNya. Dengan kebaikan- kebaikan yang dilakukan oleh anak tadi.
Maka merupakan dosa besar juga kita berdurhaka kepada kedua orang tua kita. Kita enggan menerima panggilanNya. Enggan tuk dengar perintahNya. Atau membantahNya dengan perkataan kasar sehingga jatuh lah air mata keduaNya. Dan perbuatan semacam ini akan menyebabkan amalan kuta hangus bagaikan debu yang berterbangan. Maka lakukanlah perintah orang tua agar engkau esok tak menyesal.
Wisata Seru Campervan di Jogja
![]() |
| Wisata Campervan di Jogja. Foto: Jogja Campervan |
Di tengah pandemi seperti ini, campervan bisa menjadi alternatif liburan yang aman. Kalian dapat menikmati wisata bersama keluarga atau teman dengan syarat sudah memeriksakan kesehatan. Tak perlu membaur atau berdekatan dengan orang asing.
Campervan atau camping dengan mobil van merupakan kendaraan wisata yang di dalamnya telah dimodifikasi, layaknya rumah untuk tempat beristirahat.
Nah, kalau sebelumnya konsep liburan ini hanya dapat dinikmati di luar negeri, kini campervan telah hadir di berbagai kota di Indonesia, salah satunya Yogyakarta. Meskipun bentuk dan luasnya berbeda dengan campervan luar negeri, tetapi tetap tidak kalah seru, lho!
Untuk kalian yang ingin liburan akhir tahun bernuansa alam atau keliling kota di Yogyakarta, berwisata dengan campervan menjadi pilihan tepat. Berikut penyedia jasa wisata campervan di Yogyakarta yang bisa menjadi pilihan kalian.
Jogja Camper Van
Jogja Camper Van menawarkan wisata campervan yang dikelola oleh Piknik Beda, perusahaan penyedia fasilitas dan akomodasi perjalanan wisata. Pilihan paket dapat disesuaikan dengan acara tertentu, seperti paket honeymoon 2 hari 1 malam, birthdate trip (perayaan ulang tahun), our trip (perjalanan dengan keluarga atau teman-teman), dan pemotretan pre-wedding.
Baca Juga: Air Terjun Madakaripura, Air Terjun Tertinggi di Pulau Jawa
Fasilitas yang disediakan untuk wisatawan berupa tempat tidur di dalam campervan untuk 2 orang, tempat tidur di tenda untuk 2 orang, peralatan memasak, makan, dan minum, tempat air bersih 20 liter, pancuran dan pemanas air portable, serta kursi dan meja luar ruangan. Wisatawan dapat menyewa campervan bersama dengan supir atau tanpa supir.
![]() |
| Campervan di Jogja © Foto: Nuvantara |
Nuvantara
Nuvantara memberikan pengalaman menarik didampingi pemandu lokal. Sesuai dengan taglinenya, yaitu “Your Authentic Campervan Trip Partner, Providing Experiences to Refresh your Life, Nuvantara menyuguhkan liburan yang menyenangkan dengan campervan.
Perjalanan dengan campervan diatur sedemikian rupa untuk menciptakan kenangan hangat bersama keluarga dan teman-teman. Terdapat beberapa paket perjalanan yang disediakan. Paling terkenal adalah Jogja Campervan Experience, perjalanan menelusuri keindahan Yogyakarta dan Off Beaten the Path, perjalanan dari Menoreh hingga Waduk Sermo.
Nuvantara juga menawarkan wisata dari pengurus warisan lokal Yogyakarta. Membuat cerutu bersama Mono di pabrik cerutu legendaris berumur ratusan tahun, yang telah bertahan dari perang dunia. Membuat tembikar tanah liat bersama Mihadi, sebuah perpaduan antara tradisi dan seni kontemporer. Mengunjungi ruang pameran utama bersama Karina, yang akan membantu dekorasi rumah impian serta meningkatkan pneampilan dan selera mode.
Tak kalah seru, ada pembuatan gula aren bersama Mbah Kamisan di Desa Sermo. Setelahnya, wisatawan diajak menikmati kuliner tradisional Yogyakarta. Paket Discover the Ancient Heritage memberi penawaran untuk menghabiskan siang dan malam, berdampingan dengan pemandangan wisata kuno Candi Prambanan. Dengan begitu, wisatawan memiliki kenangan baru nan unik.
Baca Juga: Merasakan Sensasi Ombak di Pantai Balangan, Bali
Bersama Nuvantara, wisatawan dapat menikmati 2 hari 1 malam bersantai di tepi danau, menyaksikan matahari terbenam, menikmati hangatnya api unggun, menyantap barbeque khas Jepang atau Australia, mengamati bintang di malam hari, menonton bioskop luar ruangan, dan menyaksikan matahari terbit. Seru, ya?
Untuk pengalaman spot air, wisatawan dapat bermain air dengan duduk di Kayak (perahu lokal) dan mendayung. Menikmati keindahan Sungai Oya, reservoir air terbesar di Yogjakarta. Wisatawan juga dapat menangkap ikan dan menunggu indahnya matahari terbenam di penghujung hari.
Sumber: GNFI
Sambal: Salah Satu Kekayaan Kuliner Indonesia
![]() |
| Sambal jadi salah satu kekayaan kuliner Indonesia. Foto: klikdokter.com |
Berbicara mengenai makanan Indonesia tak lengkap rasanya jika tidak menyebutkan sambal. Sambal menjadi teman makan yang tidak bisa dipisahkan dari lidah kebanyakan orang Indonesia. Tak heran, orang-orang kita pun dikenal kebal dengan makanan pedas oleh orang luar negeri.
Dengan hadirnya sambal sebagai pendamping makanan, cita rasa makanan pun akan bertambah dan membuat orang ketagihan akan sensasi pedasnya. Jenis sambal saat ini pun banyak ragamnya dari tiap daerah yang memiliki cita rasa yang khas.
Dikutip dari laman National Geographic Indonesia, ada sebanyak 212 jenis sambal di Indonesia. Jumlah tersebut merupakan hasil dari penelitian Prof. Murdijati Gardjito dkk yang berhasil menemukan jenis sambal beserta asal-usulnya. Menurut hasil penelitian Guru Besar Ilmu dan Teknologi Pangan Universitas Gadjah Mada tersebut, sebanyak 43 persen sambal berasal dari Jawa, 20 persen di Sumatra dan sisanya dari Nusa Tenggara. Bali, Maluku, Kalimantan dan Sulawesi.
Sambal sudah menjadi bagian dari budaya kuliner Indonesia yang diwariskan secara turun-temurun. Kalian pasti bertanya-tanya sejak kapan sih kira-kira masyarakat Indonesia mengenal sambal?
Baca Juga: Sate Padang, Tersebar Bersama Tradisi Merantau Orang Minangkabau
Sebelum berbicara mengenai asal usul sambal, sebaiknya kita menelisik kahadiran bahan baku sambal yakni cabai. Cabai merupakan salah satu tanaman yang penting di Indonesia karena cabai pun bisa mempengaruhi tingkat inflasi. Tanaman pedas ini diperkirakan sudah ada ribuan tahun lalu yang berasal dari Benua Amerika, kemungkinan besar berasal dari Peru atau Meksiko.
Sejarah Cabai di Indonesia
Suku Indian di Amerika diperkirakan sudah menggunakan cabai pada tahun 7000 SM. Pada saat menemukan Benua Amerika, Christopher Columbus heran ketika melihat para penduduk asli Amerika sudah membudayakan tanaman cabai. Cabai temuan Colombus ini berasal dari Amerika Selatan yang diduga disebarkan oleh suku Indian.
![]() |
| Tanaman cabai rawit. Foto: liputan6.com |
Columbus kemudian menyebarkan tanaman cabai tersebut di Benua Eropa sekitar tahun 1502. Spanyol merupakan negara pertama yang menggunakan cabai sebagai bumbu masak. Setelah tanaman cabai tersebar di Eropa, Spanyol dan Portugis pun menyebarkan tanaman ini di wilayah Asia termasuk Indonesia. Tidak ada yang tau pasti tepatnya kapan cabai mulai ada di Indonesia.
Namun diperkirakan cabai masuk ke Indonesia sekitar abad ke-15 hingga 16 saat Portugis menguasai perdagangan rempah-rempah di Maluku. Cabai juga menjadi komoditas yang ditanam saat sistem tanam paksa diberlakukan. Menanam tanaman cabai di beberapa wilayah di Indonesia ini pun diwajibkan, karena cabai merupakan salah satu hasil perkebunan yang digemari oleh masyarakat Eropa.
Bukti nya adalah pada tahun 1918 terdapat ribuan kilogram cabai yang dikirim dari pelabuhan di Jakarta, Cirebon, Semarang, dan Surabaya menuju Sumatra dan Kalimantan. Setelah itu pada abad 19 dan 20 banyak masyarakat yang telah terbiasa mengolah cabai sebagai bumbu masakan dan obat, terutama di masyarakat Jawa.
Meskipun begitu ada juga yang mengatakan bahwa cabai sudah ada di Indonesia jauh sebelum kedatangan Portugis ke Nusantara. Seorang arkeolog bernama Titi Surti Nastiti mengungkapkan dalam bukunya "Pasar di Jawa Masa Mataram Kuna Abad VII-XIV" bahwa teks Ramayana telah menyebutkan cabai sebagai salah satu jenis makanan pangan di abad ke-10.
Beragam cerita asal mula sambal di Indonesia
![]() |
| Sambal dari berbagai daerah di Indonesia. Foto: GNFI |
Ada dua versi cerita yang berbeda tentang kapan dan bagaimana akhirnya sambal ada di Indonesia. Sambal sudah disebutkan dalam Serat Centhini yang dibuat pada tahun 1814 yang merupakan manuskrip berisi pengetahuan kebudayaan, makanan hingga minuman tradisional Jawa. Ada 46 jenis sambal yang disebutkan dalam manuskrip tersebut seperti sambal kluwak, sambal gocek, sambal trancam dan beberapa lainnya.
Baca Juga: Jamu: Minuman dengan Racikan Kaya Manfaat
Namun ada pula cerita versi lain mengenai asal mula sambal di Indonesia. Konon, pada masa penjajahan Portugis cabai masih belum diolah dan dikonsumsi sebagai sambal. Pada masa penjajahan Belanda baru lah sambal diciptakan oleh salah satu seorang pelayan VOC yang tidak diketahui namanya. Pada masa VOC, para pelayan berlomba-lomba menyajikan kuliner yang bisa menggugah selera untuk merebut hati majikan.
Dengan niat tersebut seorang pelayan kemudian menghancurkan cabai yang kemudian ditambah garam sebagai rasa tambahan. Pelayan tersebut lalu menyajikan cabai yang telah dihancurkan nya dan secara mengejutkan makanan tersebut ternyata disukai karena bisa membuat mata sang majikan terbelalak akibat rasa pedas. Efek pedas tersebut juga membuat ketagihan dan nafsu makan semakin bertambah.
Setelah kejadian tersebut sambal perlahan menjadi populer dan menjadi kuliner mahal yang di konsumsi oleh pemerintah VOC. Orang Eropa yang kala itu mengunjungi Indonesia pun antusias mencicipi sambal. Pada zaman VOC, pembantu pribumi yang bisa membuat sambal enak memiliki nilai yang lebih tinggi.
Salah satu ahli kuliner di masa kolonial, Catenius van der Meijden turut membuat sambal populer. Wanita Belanda yang dibantu pelayannya itu sangat ahli dalam membuat sambal. Catenius mengusai banyak jenis sambal dan membuat buku resep masakan dari semua resep masakannnya.
Resep sambal yang terkenal dari kreasi Catenius adalah sambel oeloek (ulek) dan sambal telur. Tak hanya menulis resep masakan, pada abad ke-20 Catenius ven der Meijden juga menulis buku-buku panduan rumah tangga yang ditujukan untuk para wanita Belanda yang tinggal di kawasan Hindia Belanda.
Sumber: GNFI
Cerita Mereka Yang Mendokumentasikan Satwa Liar
![]() |
| Foto julang sulawesi yang menjadi juara Kategori Jurnalis. Foto: Basrul Idrus |
Untuk mendokumentasikan satwa liar di alam, butuh kesabaran, perencanaan matang dan kekuatan fisik beserta mental yang kuat. Informasi yang akurat harus dikumpulkan sebelum melakukan perjalanan untuk memotret satwa di alam liar.
Memotret satwa liar juga harus memperhatikan etika, dengan tidak menggaggu bahkan menyakiti satwa tersebut. Patut diperhatikan, memotret satwa liar tidak bisa dilakukan sembarangan. Termasuk publikasi, harus dengan pertimbangan matang. Jangan sampai karya untuk kampanye penyelamatan tersebut dijadikan referensi pemburu gelap untuk memburu satwa liar.
Mendokumentasikan kehidupan satwa liar dalam foto, bukan perkara mudah. Butuh kesabaran, perencanaan matang, dan tentunya harus dibarengi kekuatan fisik dan mental yang kuat.
Empat fotografer yang terpilih sebagai Pemenang Kompetisi Fotografi Hari Konservasi Kehidupan Liar 2020, yang dilaksanakan Yayasan KEHATI bersama Mongabay Indonesia, menceritakan susah senangnya mereka memotret satwa liar di habitat alaminya. Obrolan ringan tersebut terekam dalam acara Bincang Alam Mongabay Indonesia, Jumat [11/12/2020].
![]() |
| Foto rangkong badak yang menjadi juara Kategori Umum. Foto: Bonfilio Yosafat Budi Hartono |
Bonfilio Yosafat Budi Hartono, juara Kategori Umum dengan foto rangkong badak [Buceros rhinoceros] mengatakan, selain mendokumentasikan satwa liar, dia juga sering mengambil gambar kehidupan masyarakat yang hidup di pinggir hutan, atau masyarakat adat.
Baca Juga: Mengenal Ekidna, Mamalia Keramat Asal Papua
“Foto rangkong badak ini saya dokumentasikan di Pulau Kalimantan. Saya sangat beruntung, bisa mendapatkannya dengan bagus,” sebut pria yang kerap disapa Bonbon.
Belum lagi, tambah dia, lokasi pemotretan yang cukup jauh sehingga membutuhkan perencanaan. Harus banyak informasi yang dikumpulkan sebelum berangkat ke tujuan.
Basrul Idrus, juara Kategori Jurnalis, yang berkerja sebagai jurnalis di Sulawesi Tengah dengan gambar julang sulawesi atau burung alo [Rhyticeros cassidix], mengatakan, tantangan utama memotret kehidupan satwa liar adalah peralatan yang cukup menguras kantong.
“Cuaca juga harus menjadi perhatian, karena jika tidak diperhitungkan maka agenda pemotretan akan kacau,” tuturnya.
![]() |
| Foto elang terbang di daerah Paralayang, juara Favorit Kategori Umum. Foto: Khaleb Yordan |
Juara Favorit Kategori Umum, Khaleb Yordan berhasil mengambil gambar elang saat terbang di Paralayang. Dia mengatakan, mendokumentasikan satwa liar, khususnya burung juga sangat sulit. Salah satunya adalah fotografer harus selalu siap karena burung bisa terbang tanpa bisa diprediksi.
“Jika telah terbang, kemungkinan untuk ditemukan kembali sangat sulit,” ujarnya.
Biasanya, tambah Khaleb, untuk memancing agar burung bisa diambil gambar, digunakan bunyi-bunyian. Namun, tidak bisa dipakai sembarangan, karena dapat mengganggu burung.
“Itu ada etikanya. Menghidupkan suara atau bunyi-bunyian tidak bisa dilakukan terus menerus. Ketika burung tengah bersarang, tentunya sangat mengganggu atau bisa saja akibat suara tersebut sang burung akan diserang predator lain,” ujarnya.
Baca Juga: Anggrek Jadi Bunga Populer Kala Pandemi
Baiknya, bunyi-bunyian disingkirkan karena menganggu dan mengancam. “Alangkah indahnya bila kita hendak motret, cari saja burung di tempat dia makan atau lainnya,” katanya.
![]() |
| Foto siamang yang menjadi juara Favorit Kategori Jurnalis. Foto: Damai Oktafianus |
Juara Favorit Kategori Jurnalis, Damai Oktafianus yang berasal dari Sumatera Utara dengan foto siamang mengatakan, memotret satwa liar juga butuh keberuntungan. Bisa saja dicari berhari, tapi satwa itu tidak ditemukan. Atau, saat sedang tidak dicari justru terlihat dengan sendirinya.
“Jadi kesabaran untuk terus mencari sangat menentukan.”
Namun, sambung Damai, yang harus diperhatikan bersama adalah di beberapa tempat, karena banyak wisatawan yang datang, sejumlah orang memanfaatkan kondisi itu untuk mengambil keuntungan, dengan memanggil satwa tersebut. Termasuk dengan memberi makan atau memancing dengan suara-suara tertentu.
“Hal ini sangat berpengaruh terharap pola hidup satwa liar itu. Seperti yang terjadi di Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus [KHDTK] Aek Nauli, berlokasi di sekitar Danau Toba, Sumatera Utara. Untuk menyenangkan pengunjung, pawang memanggil siamang dengan memberi makan atau membunyikan suara agar siamang turun dan bisa dilihat pengunjung sekaligus dipotret,” ujarnya.
Damai juga menyebutkan, untuk melakukan pengambilan gambar di alam atau hutan, persiapan cukup matang adalah hal sangat penting.
“Masuk hutan tidak bisa dilakukan sembarangan. Tanpa informasi yang lengkap, bisa mencelakai diri sendiri atau mengganggu satwa,” sambungnya.
Patut diperhatikan, memotret satwa liar tidak bisa dilakukan sembarangan. Termasuk publikasi, harus dengan pertimbangan matang karena bisa berdampak serius pada keberadaan satwa liar dilindungi di habitat alaminya.
Saat ini, pemburu juga memanfaatkan media termasuk media sosial, untuk mencari lokasi satwa liar yang dilindungi dan terancam punah. Jika lokasinya dijelaskan detil di keterangan foto, maka bisa mengundang pemburu untuk menangkap, bahkan membunuh satwa tersebut.
“Fotografi bisa menjadi alat untuk mengkampanyekan penyelamatan satwa liar terancam punah. Tapi juga sebaliknya, dapat menjadi bahan referensi pemburu,” ujarnya.
Sumber: Mongabay/Junaidi Hanafiah
Tari Lalayon: Berpadu Kasih Dalam Harmoni Tari
![]() |
| Gerakan-gerakan dalam tari Lalayon menunjukkan kasih antara pemuda dan pemudi. Foto: indonesiakaya.com |
Beberapa pasang penari pria dan wanita tampak berpasangan memasuki pelataran tari. Wajah mereka tampak berseri dengan senyuman yang menunjukkan kebahagian hati mereka. Pakaian yang cerah membaur dengan kecerahan langit pagi itu.
Para penari tampak begitu bersemangat dan siap untuk menunjukkan inti dari tiap gerakan yang mengandung makna pesan di dalamnya. Tarian yang akan mereka bawakan ini bertajuk Tari Lalayon.
Tari Lalayon adalah sebuah karya tari pergaulan yang berasal dari Maluku Utara. Tarian ini berisi pesan-pesan berbau romantis dan cinta. Oleh sebab itu, tarian ini biasa dibawakan secara berpasang-pasangan dan memiliki gerakan -gerakan yang indah di sepanjang babak tariannya. Lagu yang berirama Melayu juga menjadi elemen penting di dalam membentuk atmosfir romantis yang mendukung tersampaikannya pesan.
![]() |
| Tari Lalayon adalah sebuah simbol kasih sayang. Foto: indonesiakaya.com |
Para penari mulai merambah ke tengah pelataran. Mata mereka semua saling berpandangan antara pria dan wanita seolah sedang dalam perasaan kasmaran. Sang pria mulai melakukan gerakan menggoda di hadapan wanita.
Sang wanita memunculkan sebuah senyum simpul di mulutnya tanda menerima godaan sang pria. Keduanya kemudian berputar-putar dan tubuh mereka seolah sedang berdialog satu dengan lainnya. Perasaan sayang dan penuh perhatian sangat terasa di dalam tiap gerakan para penari kelompok ini. Setiap pasangan menunjukkan kehangatan yang begitu mendalam sebagai bentuk pesan cinta yang mereka miliki.
Baca Juga: Inilah Kain Nusantara Yang Mendunia
Tari Lalayon biasanya dibawakan dalam berbagai acara-acara formal seperti Pesta adat atau perkawinan. Tarian ini merupakan karya etnik Maluku Utara yang patut diacungi jempol karena masih banyak diketahui oleh para generasi muda Ternate.
Mereka tidak malu dan sebaliknya sangat mendukung tarian ini, mungkin karena nilai cinta universal yang terkandung di dalam tarian Lalayon. Walaupun demikian, tari ini tidak hanya bermakna hubungan kasih antara muda-mudi saja.
Tari Lalayon juga dapat bermakna sebuah ucapan syukur atas berbagai anugerah Yang Mahakuasa terhadap manusia dalam bentuk alam serta makhluk hidup di dalamnya. Ucapan syukur ini dituangkan dalam bentuk rasa sayang dan perhatian yang selalu diwujudkan dalam keseharian hidup manusia.
Indonesia Masuk Dalam Daftar Negara Ramah Dikunjungi
![]() |
| Nusa Penida, Bali, Indonesia. Foto: Klook.com |
Berlibur ke negara orang bisa jadi hal yang sangat menyenangkan, apalagi jika warga lokal di sana sangat terbuka dan ramah kepada para pelancong. Bagi banyak turis, respon atau sambutan masyarakat setempat yang mereka terima di negara asing dapat membuat senang atau malah merusak perjalanan mereka.
Selain melihat destinasi wisata, mencari negara yang aman dan memiliki penduduk yang ramah bisa jadi pertimbangan sebelum menentukan negara tujuan wisata. Baru-baru ini, situs farandwide.com membuat ulasan mengenai negara paling ramah untuk dikunjungi wisatawan.
Berdasarkan survei 2019 Ease of Settling In Index atau kemudahahan menetap di suatu negara yang dirilis oleh InterNations, jaringan global untuk orang-orang yang tinggal dan bekerja di luar negeri. Organisasi tersebut melakukan polling keanggotaannya yang berjumlah 20.259 orang, yang berasal dari lebih dari 187 negara, untuk mencari tahu negara mana yang paling menyambut ekspatriat atau seseorang yang pernah tinggal sementara di luar negeri.
Responden diminta untuk menilai beberapa faktor dalam empat sub kategori berbeda dalam skala satu (buruk) hingga tujuh (sangat baik). Topiknya berkisar dari keramahan penduduk setempat dan perasaan betah dalam budaya lokal, hingga bahasa lokal dan kemudahan mencari teman.
![]() |
15 besar negara dari masing-masing sub kategori © internations.orginfo |
Dari survei tersebut deketahui daftar negara paling ramah dan Indonesia masuk sepuluh besar dari total 64 negara. Berikut daftar lengkap 10 daftar negara paling ramah di dunia.
Oman
Oman memiki berbagai atraksi menarik untuk dikunjungi, terdapat masjid kuno yang menakjubkan yang mengundang wisatawan untuk berkunjung. Selain itu, ada pula area Wahiba Sands, kawasan bukit pasir yang tak kalah menarik. 87 persen ekspatriat menggambarkan penduduk di Oman secara khusus sebagai penduduk yang "ramah."
Meksiko
Jika ingin menikmati pantai, menjelajahi peninggalan kuno, atau menghabiskan waktu di kota kosmopolitan, Meksiko adalah bia jadi pilihan yang tepat. Tak ketinggalan masyarakat nya yang ramah akan memastikan pengunjung menikmati perjalanan.
Portugal
Satu-satunya negara Eropa yang masuk 10 Besar adalah Portugal. Negara ini menawarkan kuliner yang khas, budaya bersejarah, pulau dan pesisir yang menakjubkan. Tradisi kuat bertetangga dan gaya hidup santai menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.
Taiwan
Banyak orang Taiwan yang bangga dengan keterbukaan mereka terhadap pengunjung asing, hal itu juga yang membuatnya berbeda dari Cina. Dari gedung pencakar langit hingga kuil, Taiwan menawarkan banyak situs yang mirip dengan Cina, tetapi di lingkungan yang lebih kecil dan lingkungan yang lebih terbuka.
Vietnam
Responden memuji Vietnam seperti suasana seperti rumah dan penduduk setempat yang baik dan lembut. Hanoi dan Kota Ho Chi Minh (sebelumnya Saigon) adalah destinasi modern dengan nuansa hangat. Vietnam juga merupakan negara pilihan yang baik untuk berlibur sendirian.
Kolombia
Wisatawan yang menyukai musik harus mempertimbangkan perjalanan ke sini, sebab musik rakyat adalah tradisi yang cukup kuat disini. Selain itu, mereka semua adalah orang-orang yang baik - responden survei menyebut penduduk setempat "terbuka, hangat, dan ramah" dan mengatakan bahwa mereka "selalu bersedia membantu".
Filipina
Filipina menempati peringkat tujuh, ada banyak hal yang dapat dilihat dan dilakukan di negari 7.000 pulau tersebut. Wisatawan biasanya lebih banyak yang mengunjungi Manila, menjadikan ibu kota Manila sebagai tujuan utama mereka ketika mengunjungi Filipina, yang terletak di Pasifik Barat.
Indonesia
Banyak wisatawan yang sering mengunjungi pulau Bali, tetapi Jakarta, ibu kotanya, dan pulau-pulau lain juga tak kalah menarik. Indonesia menawarkan pantai yang indah dan pegunungan yang tak kalah mempesona. Selain itu, saat ini tidak sedikit orang Indonesia yang bisa berkomunikasi dalam bahasa Inggris dengan turis. Tahun lalu, Jakarta berhasil berada diurutan ketujuh kota paling ramah di dunia dengan sikap ramah kepada orang asing mendapatkan skor 85 persen dan keramahan secara umum 89 persen.
KostaRika
Negara di Amerika Tengah ini berbatasan dengan Panama dan Nikaragua. Kebanyakan orang datang ke Kosta Rika untuk melihat keindahan pemandangannya, mulai dari gunung berapi hingga pantai hingga hutan hujan. Orang Kosta Rika, pada umumnya, sangat menyambut turis dan suka berbagi kekayaan negara mereka yang menakjubkan.
Bahrain
Merupakan negara terkecil ketiga di benua Asia setelah Maladewa dan Singapura. Bahrain sebenarnya adalah rangkaian lebih dari 30 pulau di Teluk Arab yang membuat Bahrain menjadi negara dengan kombinasi gurun dan air. Negara ini juga menawarkan budaya yang sangat tua, karena merupakan pusat rute perdagangan kuno.
Sumber: GNFI
4 Foto dari Indonesia Menang Ocean Photography Award 2020
![]() |
| Gerombolan penguin menerobos salju tebal berangin kencang di daratan Teluk Andrew, Georgia selatan, Antartika. Foto : Ben Cranke/Ocean Photography Awards |
Baru-baru ini, Majalah Oceanographic mengumumkan pemenang dari kontes fotografi laut Ocean Photography Awards pada 19 November 2020.
Ratusan foto yang dikirim dari seluruh dunia telah dinilai dalam enam kategori lomba. Peserta lomba foto merupakan kalangan umum, mulai dari fotografer, penyelam, sampai nelayan yang menjadi mereka semua merupakan satu komunitas kelautan dunia
Foto menjadi wahana yang kuat untuk menginformasikan tentang kondisi laut dunia sekaligus upaya konservasi biota laut dan lingkungan fisik laut ditengah kondisi laut yang mengalami overfishing, pencemaran, sampah serta permasalahan global lainnya.
Para pemenang mendapatkan hadiah dengan nilai total lebih dari £500.000 atau setara dengan Rp9,42 miliar dan memiliki kesempatan untuk bergabung sebagai anggota anggota SeaLegacy Collective dan bergabung dalam ekspedisi SeaLegacy.
Dari deretan foto-foto pemenang ini, ada empat buah foto pada kategori portofolio kolektif yang diambil di perairan Indonesia.
Berikut para pemenang Ocean Photography Awards 2020:
Ocean Photography of The Year (overall winner)
Juara 1. Nadia Aly
![]() |
| Sekelompok ikan pari mobula di perairan Teluk Magdalena, Baja California, Meksiko. Foto : Nadia Aly/Ocean Photography Awards |
Juara 2. Sacha Specker
![]() |
| Juara selancar dunia, John Florence yang sedang beraksi di perairan Log Cabins, Oahu, Hawai. Foto : Sacha Specker/Ocean Photography Awards |
Juara 3. Magnus Lundborg
![]() |
| Seekor paus putih langka di perairan Puerto Piramides, Argentina. Foto : Magnus Lundborg/Ocean Photography Awards |
Kategori Konservasi
Juara 1. Andrea Benvenuti
![]() |
| Sebuah botol plastik berada ditengah sarang dari koloni terbesar burung Imperial Cormorant, yana berada 100 km selatan Puerto Madryn, Argentina. Foto : Andrea Benvenuti/Ocean Photography Awards |
Juara 2. Joe Daniels
![]() |
| Seekor hiu whitetip tersangkut alat regulator holder selam yang mengakibatkan insangnya luka di perairan Laut Merah, Mesir. Foto : Joe Daniels/Ocean Photography Awards |
![]() |
| Seekor hiu mati terjerat jaring gillnet dalam sebuah kapal perikanan illegal yang beroperasi di perairan zona ekonomi eksklusif Liberia, Afrika barat. Foto : Melisa Romao/Ocean Photography Awards |
Kategori Petualangan Laut
Juara 1. Jason Gulley
![]() |
| Seorang instruktur freediving menunggu anak didiknya kembali dari menyelam di bawah perairan Cenote Angelita, Yucatan, Meksiko. Foto : Jason Gulley/Ocean Photography Awards |
Juara 2. Sean Scott
![]() |
| Dua ekor hiu sedang berenang diantara gelombang di perairan Red Bluff, Quobba Station, di perairan selatan Australia. Foto : Sean Scott/Ocean Photography Awards |
Juara 3. Duncan Murrel
Kategori Eksplorasi Laut
Juara 1. Ben Cranke
![]() |
| Gerombolan penguin menerobos salju tebal berangin kencang di daratan Teluk Andrew, Georgia selatan, Antartika. Foto : Ben Cranke/Ocean Photography Awards |
Juara 2. Karim Iliya
![]() |
Seorang freediver penjelajah gua di Vava’u, Tonga, Polynesia, Kepulauan Pasifik Selatan. Foto : Karim Iliya/Ocean Photography Awards |
![]() |
| Sekelompok anjing laut Crabeater sedang beristirahat di bongkahan es di perairan Yelcho Base, Antartika. Foto : Florian Ledoux/Ocean Photography Awards |
Kategori Fotografer Muda
Juara 1. Cruz Erdmann
Juara 2. Ben Cammarata
![]() |
| Seekor anakan burung black skimmer sedang berburu di permukaan perairan Brayles’s way, Martha’s Vineyard. Foto : Ben Cammarata/Ocean Photography Awards |
Juara 3. Kyla Mclay
![]() |
| Seekor lumba-lumba di perairan Pulau Santa Catalina, California, Amerika. Foto : Kyla Mclay/Ocean Photography Awards |
Kategori Pilihan Komunitas
Juara 1. Tobias Baumgaertner
![]() |
| Dua ekor penguin saling menyamankan diri sambil menatap cahaya kota Melbourne, Australia. Foto : Tobias Baumgaertner/Ocean Photography Awards |
Juara 2. Jacopo Brunetti
![]() |
| Seekor paus abu-abu dan anaknya di perairan dangkal di pesisir samudera Pasifik di Teluk Magdalena, Baja California, Meksiko. Foto : Jacopo Brunetti /Ocean Photography Awards |
Juara 3. Jono Allen
![]() |
| Seekor anakan paus bungkuk sedang ‘menari’ di perairan hangat Tonga, Polynesia, Pasifik Selatan. Foto : Jono Allen /Ocean Photography Awards |
Kategori Portofolio Kolektif
Juara 1. Nadia Aly
![]() |
| Seekor mantis merak menjaga telur-telurnya di perairan Selat Lembeh, Sulawesi Utara, Indonesia. Foto : Nadia Aly /Ocean Photography Awards |
![]() |
| Seekor kuda laut di perairan pulau komodo Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Foto: Nadia Aly |
![]() |
| Seekor ikan frogfish berambut di perairan Selat Lembeh, Sulawesi Utara, Indonesia. Foto : Nadia Aly/Ocean Photography Awards |
![]() |
| Seekor udang komensal kecil di perairan Pulau Komodo, NTT, Indonesia. Foto : Nadia Aly/Ocean Photography Awards |
Juara 2. Henley Spiers
![]() |
| Dua ekor ikan tomplot blennie saling ‘mencium’ dalam perang memperebutkan pasangan untuk kawin. Foto : Henley Spiers/Ocean Photography Awards |
![]() |
| Sekelompok pari elang dengan pola titik yang unik di perairan Maladewa. Foto : Henley Spiers/Ocean Photography Awards |
Juara 3. Shane Gross
![]() |
| Seekor penyu yaanag mati terjerat tali pancing di perairan Bahama. Foto : Shane Gross /Ocean Photography Awards |
![]() |
| Tiga ekor kuda laut sedang memakan plankton di perairan Bahama. Foto : Shane Gross/Ocean Photography Awards |
Sumber: Mongabay
Tips Travelling Saat Musim Hujan
![]() |
| Travelling saat musim hujan harus dipersiapkan dengan matang. Foto: Woop.id |
Hujan memang tak menjadi penghalang untuk melakukan travelling. Namun, travelling akan sangat sulit dilakukan ketika musim hujan. Lebih banyak kendala yang harus dihadapi karena kondisi yang juga tak pasti. Apalagi, saat menjelang libur panjang seperti sekarang, tentu banyak orang yang ingin liburan dan mengunjungi destinasi impian.
Untuk tetap bisa melakukan travelling, kamu harus punya persiapan untuk menghadapi cuaca yang tidak menentu. Perhatikan beberapa tips ini agar travellingmu tetap aman dan nyaman meski dilakukan ketika musim hujan.
Menyiapkan Perlengkapan
Travelling saat musim hujan menuntutmu untuk mempersiapkan beberapa alat tambahan. Hal ini sangat dibutuhkan untuk menjaga kenyamanan saat travelling dilakukan. Payung dan jas hujan merupakan alat utama yang harus jadi teman travellingmu agar kamu tetap bisa bergerak kemanapun meski hujan dan tak perlu berlama-lama menunggu reda. Selain itu, kamu juga harus menyiapkan jaket agar badan tetap hangat.
Baca Juga: Dampak Berolahraga Saat Polusi Udara Tinggi
Cek Prakiraan Cuaca
Agar kamu selalu siap, ada baiknya untuk mengecek prakiraan cuaca sebelum melakukan travelling. Hal ini bisa membantumu mempersiapkan perlengkapan dan estimasi perjalanan dengan tepat. Cek prakiraan cuaca melalui website resmi BMKG (Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika).
Tentukan Destinasi yang Aman
Sebelum melakukan travelling, pastikan destinasi tujuan aman untuk dikunjungi ketika musim hujan. Hal ini karena ada beberapa destinasi yang sangat berbahaya untuk dikunjungi terlebih ketika musim hujan. Jadi kamu benar-benar harus menentukan destinasi mana yang aman dan nyaman untuk dikunjungi meski musim hujan.
Makan Tepat Waktu
Saat melakukan travelling di musim hujan, kamu harus menjaga pola makan. Makan tepat waktu dapat membantumu menjaga tubuh tetap fit dan stabil. Hal ini akan memudahkan kamu untuk melakukan berbagai aktivitas saat travelling. Selain itu, banyak mencicipi kuliner hangat juga akan sangat membantu untuk tetap menjaga suhu tubuhmu.
Baca Juga: Mengatasi Kram Otot Betis saat Bersepeda
Selalu Menjaga Kondisi
Selain menjaga pola makan, kamu juga harus membawa asupan vitamin dan energy yang cukup untuk tetap menjaga stamina tubuh. Kurangi berbagai hal yang bisa membuat tubuh menjadi tidak fit. Perbanyak air putih sesekali konsumsi wedang jahe.
Merasakan Sensasi Ombak di Pantai Balangan, Bali
![]() |
| Pantai Balangan jadi spot favorit untuk olahraga surfing. Foto: Watersportbali.com |
Bicara soal Pulau Bali tentu tak jauh dari pesona pantai-pantainya yang indah. Karenanya bali juga terkenal sebagai destinasi pantai oleh wisatawan domestik maupun mancanegara. Nah, salah satu pantai yang bisa dikatakan eksotis adalah Pantai Balangan di Uluwatu. Dengan air lautnya yang sangat biru, para pelancong malah bilang jika berenang di pantai itu serasa berenang di langit.
Pada 2012, pantai ini mendapatkan predikat dari program televisi CNN Go sebagai sebuah pantai elok yang tersembunyi di Pulau Dewata dari lima pantai yang masuk dalam pilihan. Letaknya pun tak berjauhan dengan Pantai Dreamland.
Pasir putih yang berpadu dengan birunya air laut, membuat kawasan wisata ini tampak luar biasa. Bahkan ada yang menyamakannya dengan keindahan Raja Ampat di Papua. Meski letaknya yang relatif terpencil, keindahan alamnya membuat Pantai Balangan ramai dikunjungi, terutama pada saat libur dan akhir pekan.
Salah satu hal yang paling memesona dari pantai ini adalah kontur geografis di sekitar pantai dikelilingi oleh tebing batu kapur yang menjulang, dengan tinggi membatasi garis pantai yang memanjang sekira 1 km. Pesonanya juga dilengkapi dengan adanya rangkaian pohon kelapa yang tertata rapi di sekitar tebing yang mengelilingi pantai.
Ombak dan sunset yang paling diburu
Selai pesona pantai yang menyejukkan mata, deburan ombak dari airnya yang jernis serta nuansa langit saat matahari terbenam (sunset) adalah hal yang paling diburu pelancong di pantai ini. Tak heran jika menjelang sore, para turis sudah pasang badan dengan posisi menghadap ufuk barat untuk melihat warna langit yang kontras dengan meronanya matahari tenggelam.
Baca Juga: Terapi Hutan di Taman Nasional Aketajawe
Bagi kalian yang hanya ingin menikmati pesona pantai tanpa terjun ke air, pengelola kawasan pantai ini banyak menyediakan kursi pantai yang dapat disewa dengan harga Rp50 ribu sekali pakai yang bisa digunakan seharian penuh. Jika kepanasan, pengelola juga menyewakan tenda dengan tarif yang sama.
Pendek kata, dengan suasana yang disebutkan tadi, pantai ini sangat cocok bagi kalian yang suka berjemur atau sekedar bermain ombak, kemudian setelahnya menikmati sunset sambil menikmati secangkir kopi bali.
![]() |
| Salah satu spot eksotik di Pantai Balangan. Foto: Wisatalova.com |
Keindahan panorama Pantai Balangan juga membuatnya kerap dijadikan sebagai lokasi untuk para calon pengantin melakukan sesi foto pra-pernikahan (prewedding). Lain itu, tempat ini juga merupakan surga bagi para penggemar swafoto (selfie). Kalian bisa naik ke tebing untuk mendapatkan foto yang indah, namun disaranlan untuk berhati-hati karena jalurnya cukup terjal.
Surga para peselancar
Selain memiliki pemandangan yang menawan, pantai ini juga memiliki deburan ombak yang menjadi tantangan para peselancar. Tak sedikit yang bilang, bahwa pantai ini adalah salah satu lokasi yang ideal untuk olahraga berselancar.
Baca Juga: Berenang Bersama Hiu Paus di Gorontalo
Ombak yang tinggi, arus kuat, dan gelombang yang panjang, membuat banyak peselancar profesional kelas dunia yang kerap menghabiskan waktu mereka di pantai ini. Bahkan, beberapa kompetisi selancar internasional, seperti Asian Surfing Championship juga pernah diselenggarakan di pantai tersebut.
Akan tetapi, berselancar di Balangan tidak disarankan untuk kalian yang baru mulai menekuni olahraga air itu. Lebih baik berlatih dengan baik terlebih dahulu dengan mendatangi Balangan Wave Surf School. Di sana, Kalian bisa dengan leluasa untuk menguasai teknik-teknik dasar hingga profesional untuk menaklukkan ombak.
Transportasi dan akomodasi
Meskipun pantai ini tersembunyi dan jauh dari hiruk pikuk kota, namun fasilitas dan akomodasi yang ditawarkan cukup banyak dan bervariasi. Terdapat banyak kafe dan penginapan di sekitar pantai. Bahkan, tak sedikit anak-anak muda atau pelancong backpacker yang membangun tenda di sekitar pantai.
Untuk menemukannya, kalian hanya membutuhkan waktu perjalanan dengan mobil/motor sekitar 30-40 menit dari arah Kuta.
Jika kalian pernah ke Garuda Wisnu Kencana (GWK), maka tinggal naik lagi dan lurus ke atas sampai bertemu persimpangan, lalu belok kanan, maka tak lama kalian akan melihat deburan ombak di pesisir Pantai Balangan.
Tapi jika kalian berangkat dari Bandara Ngurah Rai, maka jaraknya lebih dekat, hanya 15 km saja. Banyak transportasi umum, termasuk taksi bandara, yang bisa mengantarkan ke pantai Balangan. Selain mudah dijangkau, para pengunjung Pantai Balangan tak dipungut biaya masuk. Jika membawa kendaraan cukup membayar uang parkir saja.
Sumber: GNFI
Dibalik Karikatur Nabi Muhammad Yang Memicu Banyak Kontroversi
Allah berfirman:
Jasad manusia sempurna itu memang sudah tak nampak oleh umatnya. Tapi inilah saatnya untuk melihat dari sudut alam transit. Sebab sudah berikan panutan dan mendaratkan wahyu dengan mulus ke bumi. Dan sudah terarsipkan dengan aman, baik tersirat maupun tersurat.
“Aminah, ibu Nabi yang telah memberikannya nama (Muhammad) dengan isyarat ilahi.”
Melalui lisan Nabi asal-usul namanya ia ceritakan:
Tsauban budak Rasulullah telah meriwayatkan:
أَنَّ آمِنَةَ لَمَّا حَمَلَتْ بِالنَّبِي أُتِيَتْ فَقِيْلَ حَمَلْتِ بِسَيِّدِ هَذِهِ الْأُمَّةِ فَإِذَا وَقَعَ عَلَى الْأَرْضِ فَقُوْلِيْ أُعِيْذُهُ بِالْوَاحِدْ مِنْ شَرِّ كُلِّ حَاسِدٍ ثُمَّ سَمِّيْهِ مُحَمَّدًا فَلَمَّا وَضَعَتْهُ سَمَّتْهُ مُحَمَّدًا.
Titik hitam tadi diserang oleh sorotan cahaya seluruh dunia. Hingga titik hitam itu terbongkar kelemahan dan niat busuknya. Menghina Nabi Muhammad di masa disrupsi seperti saat ini, hanya menambah dinamika konflik agama yang terjadi. sebab, informasi akan tersebar dengan cepat sehingga menuai banyak respon massal.
Muhammad Namanya
Nama itu ciri khas.
Sehingga terkategori ma'rifat.
Sebab ada sesuatu yang tersimpan.
Sebuah keistimewaan pada tiap insan.
Nama bukan sekadar kata.
Tapi membawa ma'na dan harapan
Melalui kedua orangtua
Pencetus kehadiran sang buah hati
Teriakan bayi pertama kali ke Dunia.
Kemudian dilantunkan adzan di telinganya
Menguatkan kembali dua kalimat suci
Sedari masa yaumul mitsaq
Hingga tujuh hari berlalu.
Dua ekor domba bertanduk disembelih.
Aqiqah untuk putra gagah.
Syukur telah diberi amanah, permata indah.
Sekaligus berkumpul sanak famili.
Kegembiraan merambat luas
Hingga sebuah nama terucap
Ayahnya berkata, ini anakku "Muhammad Milhan."
(Solokuro, 23 Okt 2020)
Refrensi:
Syaikh Ibrahim bin Ismail, Syarh Ta’limul Muta’allim, (Maktabah Imaratullah: Surabaya) hal: 3.
Imam al-Qurthubi, al-Jami’ li Ahkamil Quran, (Darul Alam al-Kutub: Riyadh) juz: 18, hal: 85
Imam ath-Thabari, Jami’ul Bayan fi Tafsiril Quran, (muassasah ar-Risalah) jilid: 23, hal: 360













































Tidak ada komentar :
Posting Komentar
Leave A Comment...